fatwa haram rokok – berpengaruh kah ?
Munculnya fatwa haram rokok memunculkan berbagai pro dan kontra dari masyarakat. Bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari jualan rokok, atau yang bekerja sebagai petani tembakau, maka hal ini tentu saja sangat merugikan dan dapat menghilangkan pendapatan mereka. Tapi bagi para ibu-ibu atau anak-anak yang terganggu dengan asap rokok ini, ini sudah barang tentu menjadi solusi yang tepat.
Bagi para ibu-ibu, dengan adanya fatwa haram rokok, keuangan keluarga dapat lebih dikontrol karena uang yang digunakan untuk membeli rokok dapat digunakan untuk biaya sekolah anak ataupun untuk biaya makan sekeluarga.
Bagi yang merokok, hal ini bagai dua sisi mata uang. karena disisi lain merokok kadang-kadang membantu dalam konsentrasi bekerja, membantu buat mencari teman, dan lain sebagainya.
Saya sendiri tidak bisa berpendapat banyak karena saya tidak merokok dan sampai sekarang belum menemukan manfaat atau nikmatnya bagi saya jika saya merokok. Memang juga kadang-kadang sering terganggu dengan perokok yang asapnya mengepul di ruangan tertutup. tapi selama ini solusi yang bisa saya lakukan hanya menahan nafas atau cepat-cepat keluar dari ruangan. Mengenai masalah fatwa, itu kembali ke pribadi masing-masing orang. Dan kalau tidak salah memang menjadi perokok pasif lebih berbahaya ketimbang perokok itu sendiri. Ada berbagai macam penyakit yang ditimbulkan dan mungkin untuk lebih lengkapnya bisa dicari melalui artikel-artikel baik elektronik maupun artikel di koran-koran.









